Jumat, 23 Juni 2017

PENYAKIT SALURAN PERNAPASAN



Gejala Bronkitis, Penyebab dan Cara Pencegahan Bronchitis




Penyakit Bronchitis atau Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada pipa bronchial. Pipa bronchial ini berfungsi menyalurkan udara dari dan menuju jantung. Ada dua tipe penyakit bronkitis yaitu Bronchitis akut dan Bronchitis kronis.
Kondisi yang umum dari kondisi bronchitis akut sering kali berkembang dari pilek maupun infeksi pernapasan lainnya. Bronchitis akut biasanya membaik dalam beberapa hari tanpa menyisakan efek, meskipun anda dapat terus batuk dalam beberapa minggu.

 Pengertian Penyakit Asma


Asma merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran bronkial yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan pernafasan. Penyempitan saluran bronkial ini hanya bersifat sementara, namun dapat berulang-ulang terjadi. Asma yang dapat menyerang siapa saja perlu perhatian yang khusus agar tidak terjadi korban untuk selanjutnya. Mengatasi asma sejak dini dapat membantu hadirnya serangan asma yang berkelanjutan
Faktor Penyebab Asma
  1. Alergi terhadap alergen tertentu.
  2. Faktor keturunan (genetika).
  3. Terlalu banyak melakukan aktivitas.
  4. Penggunaan obat-obatan tertentu.
  5. Infeksi virus.
  6. Polusi udara.
  7. Stres.
Gejala Asma
  1. Sering batuk terutama meningkat pada malam hari.
  2. Mengalami sesak nafas.
  3. Tubuh merasa lemah.
  4. Wajah dapat tampak kebiruan.
  5. Adanya perubahan fungsi paru-paru

Penyakit Pneumonia

Gejala pneumonia harus dikenali agar setiap diri kita bisa langsung menanganinya sebelum menjadi lebih kronis. Dengan mengetahui gejala pneumonia kita akan lebih waspada dari penyakit ini. Karena penyakit pneumonia bisa menular kepada siapa saja.
Pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Tiga penyebab utama pneumonia adalah bakteri, virus dan fungi. Yang berisiko tinggi menderita infeksi ini adalah anak-anak di bawah 2 tahun dan manula.
Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari pernapasan yang cepat sampai kegagalan pernapasan dan tekanan darah yang sangat rendah atau dikenal dengan istilah syok septik. Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, gejalanya akan timbul secara bertahap. Terkadang bayi tiba-tiba menjadi sakit yang disertai dengan turun-naiknya suhu tubuh.
Namun, umumnya gejala pneumonia adalah demam, batuk, sesak napas, serta napas dan nadi cepat. Seperti gejala penyakit standar, bukan? Ya, itu sebabnya Anda harus memastikan dengan meminta diagnosa dari dokter anak.
Diagnosa gejala pneumonia akan jelas apabila:
  • Terdengar napas yang kasar, dan jika diperiksa dengan stetoskop akan terdengar suara yang lemah.
  • Hasil Rontgen dada menunjukkan ada bagian yang berwarna putih-putih di bagian kiri atau kanan paru.
  • Terdeteksi ada bakteri atau jamur pada pengujian sampel dahak (sputum). Sayangnya pengujian ini sulit sekali dilakukan pada anak.
  • Hasil tes darah menunjukkan peningkatan sel darah putih dengan dominasi netrofil untuk pneumonia yang disebabkan infeksi bakteri. Bila peningkatan sel darah putih dengan dominasi limfosit, sangat mungkin pneumonia karena virus.









 


  




 PENYAKIT ISPA
Pengertian Dan Cara Mengatasi Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Anak (Ispa)
A. Pengertian
ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang terjadi secara tiba – tiba, menyerang hidung, tenggorokan, telinga bagian tengah serta sauran nafas bagian dalam sampai ke paru – paru. Biasanya menyerang anak usia 2 bulan – 5 tahun.
B, Etiologi/ Penyebab Ispa
  1. Bakteri, misal: Staphilococcus.
  2. Virus, misal: virus influenza
  3. Jamur, misal: Candida Albicans
  4. Aspirasi (tersedak) karena makanan, ASI atau benda asing.
C. Tanda Dan Gejala Ispa
  1. Anak sering batuk
  2. Kesulitan bernafas.
  3. Sakit tenggorokan
  4. Pilek, demam
  5. Sakit telinga, anak rewel.
  6. Kehilangan nafsu makan
D. Tanda Bahaya Anak Harus di Bawa Ke Pusat Pelayanan Kesehatan Terdekat
a. Anak tidak bisa minum
b. Kejang
c. Kesadaran menurun
d. Nafas mengorok (stridor)
e. Berat badan anak menurun (gizi buruk)

INFULENSA/FLU

nfluenza (juga dikenal dengan flu) yang benar adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh anggota keluarga Orthomyxovirus (gambar 1): virus influenza A (gambar 2), B atau, pada tingkat yang jauh lebih rendah, virus influenza C (gambar 3). Namun, istilah ‘flu’ sering digunakan untuk penyakit pernapasan demam dengan gejala-gejala sistemik yang mungkin disebabkan menjadi segudang agen bakteri atau virus serta virus influenza.
Komplikasi influenza dapat mencakup pneumonia bakteri, infeksi telinga, infeksi sinus, dehidrasi, dan memburuknya kondisi medis kronis, seperti gagal jantung kongestif, asma, atau diabetes.

Penyebab flu

Flu disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, dan C. Kedua tipe A dan tipe virus flu B bertanggung jawab atas wabah musiman flu. Jenis A flu virus yang ditemukan pada hewan yang berbeda, termasuk bebek, ayam, babi, dan kuda. Virus influenza B beredar luas hanya di kalangan manusia.
Virus flu menyebar terutama dari orang ke orang, melalui batuk atau bersin oleh orang yang terinfeksi influenza. Kadang-kadang orang dapat terinfeksi dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mulut atau hidung mereka. Orang dewasa yang sehat mungkin dapat menulari orang lain mulai satu hari sebelum timbul gejala dan sampai tujuh hari setelah menjadi sakit. Ini berarti seseorang mungkin dapat menularkan flu ke orang lain sebelum pernah tahu mereka sakit.

Gejala flu

Gejala flu termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, nyeri tubuh, diare dan muntah (lebih umum di antara anak-anak daripada orang dewasa).
Jika Anda mengalami gejala flu dan khawatir tentang penyakit Anda, terutama jika Anda berada pada risiko tinggi untuk komplikasi dari flu, Anda harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Mereka yang berisiko tinggi untuk komplikasi termasuk orang 65 tahun atau lebih tua, orang dengan kondisi medis yang kronis, wanita hamil, dan anak-anak.

Mencegah flu

Langkah yang paling penting dalam pencegahan flu adalah mendapatkan vaksinasi setiap tahun dengan suntikan flu. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, tinggal di rumah ketika Anda sakit, menutup mulut dan hidung ketika batuk
TUBERKULOSIS/TBC

Tuberkulosis (Tuberculosis, disingkat Tbc), atau Tb (singkatan dari "Tubercle bacillus") merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis (disingkat "MTb" atau "MTbc").[1] Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.[2] Infeksi TB umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.
Gejala klasik infeksi TB aktif yaitu batuk kronis dengan bercak darah sputum atau dahak, demam, berkeringat di malam hari, dan berat badan turun. (dahulu TB disebut penyakit "konsumsi" karena orang-orang yang terinfeksi biasanya mengalami kemerosotan berat badan.) Infeksi pada organ lain menimbulkan gejala yang bermacam-macam. Diagnosis TB aktif bergantung pada hasil radiologi (biasanya melalui sinar-X dada) serta pemeriksaan mikroskopis dan pembuatan kultur mikrobiologis cairan tubuh. Sementara itu, diagnosis TB laten bergantung pada tes tuberkulin kulit/tuberculin skin test (TST) dan tes darah. Pengobatan sulit dilakukan dan memerlukan pemberian banyak macam antibiotik dalam jangka waktu lama. Orang-orang yang melakukan kontak juga harus menjalani tes penapisan dan diobati bila perlu. Resistensi antibiotik merupakan masalah yang bertambah besar pada infeksi tuberkulosis resisten multi-obat (TB MDR). Untuk mencegah TB, semua orang harus menjalani tes penapisan penyakit tersebut dan mendapatkan vaksinasi basil Calmette–Guérin.
Para ahli percaya bahwa sepertiga populasi dunia telah terinfeksi oleh M. tuberculosis,[3] dan infeksi baru terjadi dengan kecepatan satu orang per satu detik.[3] Pada tahun 2007, diperkirakan ada 13,7 juta kasus kronis yang aktif di tingkat global.[4] Pada tahun 2010, diperkirakan terjadi pertambahan kasus baru sebanyak 8.8 juta kasus, dan 1,5 juta kematian yang mayoritas terjadi di negara berkembang.[5] Angka mutlak kasus Tuberkulosis mulai menurun semenjak tahun 2006, sementara kasus baru mulai menurun sejak tahun 2002.[5] Tuberkulosis tidak tersebar secara merata di seluruh dunia. Dari populasi di berbagai negara di Asia dan Afrika yang melakukan tes tuberkulin, 80%-nya menunjukkan hasil positif, sementara di Amerika Serikat, hanya 5–10% saja yang menunjukkan hasil positif.[1] Masyarakat di dunia berkembang semakin banyak yang menderita Tuberkulosis karena kekebalan tubuh mereka yang lemah. Biasanya, mereka mengidap Tuberkulosis akibat terinfeksi virus HIV dan berkembang menjadi AIDS.[6] Pada tahun 1990-an Indonesia berada pada peringkat-3 dunia penderita TB, tetapi keadaan telah membaik dan pada tahun 2013 menjadi peringkat-5 dunia.

Tanda-tanda dan gejala


Gejala utama jenis dan stadium TB ditunjukkan dalam gambar.[7] Banyak gejala yang tumpang tindih dengan jenis lain, namun ada pula gejala yang hanya spesifik (tapi tidak seluruhnya) pada jenis tertentu. Beragam jenis bisa muncul secara bersamaan.
Dari kelompok yang bukan pengidap HIV namun kemudian terinfeksi Tuberkulosis, 5-10% di antaranya menunjukkan perkembangan penyakit aktif selama masa hidup mereka.[8] Sebaliknya, dari kelompok yang terinfeksi HIV dan juga terinfeksi Tuberkulosis, ada 30% yang menunjukkan perkembangan penyakit aktif.[8] Tuberkulosis dapat menginfeksi bagian tubuh mana saja, tapi paling sering menginfeksi paru-paru (dikenal sebagai Tuberkulosis paru).[9] Bila Tuberkulosis berkembang di luar paru-paru, maka disebut TB ekstra paru. TB ekstra paru juga bisa timbul bersamaan dengan TB paru.[9] Tanda dan gejala umumnya antara lain demam, menggigil, berkeringat di malam hari, hilangnya nafsu makan, berat badan turun, dan lesu.[9] Dapat pula terjadijari tabuh yang signifikan.[8]

TB paru

Bila infeksi Tuberkulosis yang timbul menjadi aktif, sekitar 90%-nya selalu melibatkan paru-paru.[6][10] Gejala-gejalanya antara lain berupa nyeri dada dan batuk berdahak yang berkepanjangan. Sekitar 25% penderita tidak menunjukkan gejala apapun (yang demikian disebut "asimptomatik").[6] Kadangkala, penderita mengalami sedikit batuk darah. Dalam kasus-kasus tertentu yang jarang terjadi, infeksi bisa mengikis ke dalam arteri pulmonalis, dan menyebabkan pendarahan parah yang disebut Aneurisma Rasmussen. Tuberkulosis juga bisa berkembang menjadi penyakit kronis dan menyebabkan luka parut luas di bagian lobus atas paru-paru. Paru-paru atas paling sering terinfeksi.[9] Alasannya belum begitu jelas.[1] Kemungkinan karena paru-paru atas lebih banyak mendapatkan aliran udara[1] atau bisa juga karena drainase limfa yang kurang baik pada paru bagian atas.[9]

TB ekstra paru

Dalam 15–20% kasus aktif, terjadi penyebaran infeksi hingga ke luar organ pernapasan dan menyebabkan TB jenis lainnya.[11] TB yang terjadi di luar organ pernapasan disebut "tuberkulosis ekstra paru".[12] TB ekstra paru umumnya terjadi pada orang dewasa dengan imunosupresi dan anak-anak. TB ekstra paru muncul pada 50% lebih kelompok pengidap HIV.[12] Lokasi TB ekstra paru yang bermakna termasuk: pleura (pada TB pleuritis), sistem saraf pusat (pada meningitisTB), dan sistem kelenjar getah bening (pada skrofuloderma leher). TB ekstra paru juga dapat terjadi di sistem urogenital (yaitu pada Tuberkulosis urogenital) dan pada tulang dan persendian (yaitu pada penyakit Pott tulang belakang). Bila TB menyebar ke tulang maka dapat disebut "TB tulang",[13] yang merupakan salah satu bentuk osteomielitis.[1] Ada lagi TB yang lebih serius yaitu TB yang menyebar luas dan disebut sebagai TB diseminata, atau biasanya dikenal dengan nama Tuberkulosis Milier.[9] Di antara kasus TB ekstra paru, 10%-nya biasanya merupakan TB Milier.[14]

Penyebab

Mikobakteria


Penyebab utama penyakit TB adalah Mycobacterium tuberculosis, yaitu sejenis basil aerobik kecil yang non-motil.[9] Berbagai karakter klinis unik patogen ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak/lipid yang dimilikinya.[15] Sel-selnya membelah setiap 16 –20 jam. Kecepatan pembelahan ini termasuk lambat bila dibandingkan dengan jenis bakteri lain yang umumnya membelah setiap kurang dari satu jam.[16] Mikobakteria memiliki lapisan ganda membran luar lipid.[17] Bila dilakukan uji pewarnaan Gram, maka MTB akan menunjukkan pewarnaan "Gram-positif" yang lemah atau tidak menunjukkan warna sama sekali karena kandungan lemak dan asam mikolat yang tinggi pada dinding selnya.[18] MTB bisa tahan terhadap berbagai disinfektan lemah dan dapat bertahan hidup dalam kondisi kering selama berminggu-minggu. Di alam, bakteri hanya dapat berkembang dalam sel inang organisme tertentu, namun M. tuberculosis bisa dikultur di laboratorium.




Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada pipa bronchial. Pipa bronchial ini berfungsi menyalurkan udara dari dan menuju jantung. Ada dua tipe penyakit bronkitis yaitu Bronchitis akut dan Bronchitis kronis.
Kondisi yang umum dari kondisi bronchitis akut sering kali berkembang dari pilek maupun infeksi pernapasan lainnya. Bronchitis akut biasanya membaik dalam beberapa hari tanpa menyisakan efek, meskipun anda dapat terus batuk dalam beberapa minggu.



Pengertian Penyakit Asma
 


Asma merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran bronkial yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan pernafasan. Penyempitan saluran bronkial ini hanya bersifat sementara, namun dapat berulang-ulang terjadi. Asma yang dapat menyerang siapa saja perlu perhatian yang khusus agar tidak terjadi korban untuk selanjutnya. Mengatasi asma sejak dini dapat membantu hadirnya serangan asma yang berkelanjutan
Faktor Penyebab Asma
  1. Alergi terhadap alergen tertentu.
  2. Faktor keturunan (genetika).
  3. Terlalu banyak melakukan aktivitas.
  4. Penggunaan obat-obatan tertentu.
  5. Infeksi virus.
  6. Polusi udara.
  7. Stres.
Gejala Asma
  1. Sering batuk terutama meningkat pada malam hari.
  2. Mengalami sesak nafas.
  3. Tubuh merasa lemah.
  4. Wajah dapat tampak kebiruan.
  5. Adanya perubahan fungsi paru-paru



Penyakit Pneumonia

Gejala pneumonia harus dikenali agar setiap diri kita bisa langsung menanganinya sebelum menjadi lebih kronis. Dengan mengetahui gejala pneumonia kita akan lebih waspada dari penyakit ini. Karena penyakit pneumonia bisa menular kepada siapa saja.
Pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Tiga penyebab utama pneumonia adalah bakteri, virus dan fungi. Yang berisiko tinggi menderita infeksi ini adalah anak-anak di bawah 2 tahun dan manula.
Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari pernapasan yang cepat sampai kegagalan pernapasan dan tekanan darah yang sangat rendah atau dikenal dengan istilah syok septik. Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, gejalanya akan timbul secara bertahap. Terkadang bayi tiba-tiba menjadi sakit yang disertai dengan turun-naiknya suhu tubuh.
Namun, umumnya gejala pneumonia adalah demam, batuk, sesak napas, serta napas dan nadi cepat. Seperti gejala penyakit standar, bukan? Ya, itu sebabnya Anda harus memastikan dengan meminta diagnosa dari dokter anak.
Diagnosa gejala pneumonia akan jelas apabila:
  • Terdengar napas yang kasar, dan jika diperiksa dengan stetoskop akan terdengar suara yang lemah.
  • Hasil Rontgen dada menunjukkan ada bagian yang berwarna putih-putih di bagian kiri atau kanan paru.
  • Terdeteksi ada bakteri atau jamur pada pengujian sampel dahak (sputum). Sayangnya pengujian ini sulit sekali dilakukan pada anak.
  • Hasil tes darah menunjukkan peningkatan sel darah putih dengan dominasi netrofil untuk pneumonia yang disebabkan infeksi bakteri. Bila peningkatan sel darah putih dengan dominasi limfosit, sangat mungkin pneumonia karena virus.