Gejala Bronkitis, Penyebab dan Cara Pencegahan
Bronchitis
Penyakit Bronchitis atau Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada pipa bronchial. Pipa
bronchial ini berfungsi menyalurkan udara dari dan menuju jantung. Ada dua tipe
penyakit bronkitis yaitu Bronchitis akut dan Bronchitis kronis.
Kondisi yang umum dari kondisi bronchitis akut sering
kali berkembang dari pilek maupun infeksi pernapasan lainnya. Bronchitis akut
biasanya membaik dalam beberapa hari tanpa menyisakan efek, meskipun anda dapat
terus batuk dalam beberapa minggu.
Pengertian
Penyakit Asma
Asma
merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran
bronkial yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan pernafasan. Penyempitan
saluran bronkial ini hanya bersifat sementara, namun dapat berulang-ulang
terjadi. Asma yang dapat menyerang siapa saja perlu perhatian yang khusus agar
tidak terjadi korban untuk selanjutnya. Mengatasi asma sejak dini dapat
membantu hadirnya serangan asma yang berkelanjutan
Faktor Penyebab Asma
- Alergi terhadap alergen tertentu.
- Faktor keturunan (genetika).
- Terlalu banyak melakukan aktivitas.
- Penggunaan obat-obatan tertentu.
- Infeksi virus.
- Polusi udara.
- Stres.
Gejala Asma
- Sering batuk terutama meningkat pada malam hari.
- Mengalami sesak nafas.
- Tubuh merasa lemah.
- Wajah dapat tampak kebiruan.
- Adanya perubahan fungsi paru-paru
Penyakit
Pneumonia
Gejala pneumonia harus dikenali agar setiap diri kita bisa langsung menanganinya sebelum
menjadi lebih kronis. Dengan mengetahui gejala pneumonia kita akan
lebih waspada dari penyakit ini. Karena penyakit pneumonia bisa menular
kepada siapa saja.
Pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya
disebabkan oleh infeksi. Tiga penyebab utama pneumonia adalah bakteri, virus
dan fungi. Yang berisiko tinggi menderita infeksi ini adalah anak-anak di bawah 2
tahun dan manula.
Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari pernapasan yang cepat sampai kegagalan pernapasan
dan tekanan darah yang sangat rendah atau dikenal dengan istilah syok septik.
Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, gejalanya akan timbul secara bertahap.
Terkadang bayi tiba-tiba menjadi sakit yang disertai dengan turun-naiknya suhu
tubuh.
Namun, umumnya gejala
pneumonia adalah demam,
batuk, sesak napas, serta napas dan nadi cepat. Seperti gejala penyakit standar,
bukan? Ya, itu sebabnya Anda harus memastikan dengan meminta diagnosa dari
dokter anak.
- Terdengar napas yang kasar, dan jika diperiksa dengan stetoskop akan terdengar suara yang lemah.
- Hasil Rontgen dada menunjukkan ada bagian yang berwarna putih-putih di bagian kiri atau kanan paru.
- Terdeteksi ada bakteri atau jamur pada pengujian sampel dahak (sputum). Sayangnya pengujian ini sulit sekali dilakukan pada anak.
- Hasil tes darah menunjukkan peningkatan sel darah putih dengan dominasi netrofil untuk pneumonia yang disebabkan infeksi bakteri. Bila peningkatan sel darah putih dengan dominasi limfosit, sangat mungkin pneumonia karena virus.
PENYAKIT ISPA
Pengertian Dan Cara Mengatasi
Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Anak (Ispa)
A. Pengertian
ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang terjadi
secara tiba – tiba, menyerang hidung, tenggorokan, telinga bagian tengah serta
sauran nafas bagian dalam sampai ke paru – paru. Biasanya menyerang anak usia 2
bulan – 5 tahun.
B, Etiologi/ Penyebab Ispa
- Bakteri, misal: Staphilococcus.
- Virus, misal: virus influenza
- Jamur, misal: Candida Albicans
- Aspirasi (tersedak) karena makanan, ASI atau benda asing.
C. Tanda Dan Gejala Ispa
- Anak sering batuk
- Kesulitan bernafas.
- Sakit tenggorokan
- Pilek, demam
- Sakit telinga, anak rewel.
- Kehilangan nafsu makan
D. Tanda Bahaya Anak Harus di Bawa Ke Pusat Pelayanan
Kesehatan Terdekat
a. Anak tidak
bisa minum
b. Kejang
c. Kesadaran
menurun
d. Nafas
mengorok (stridor)
e. Berat badan
anak menurun (gizi buruk)
INFULENSA/FLU
nfluenza (juga dikenal dengan
flu) yang benar adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh anggota
keluarga Orthomyxovirus (gambar 1): virus influenza A (gambar 2), B atau, pada
tingkat yang jauh lebih rendah, virus influenza C (gambar 3). Namun, istilah
‘flu’ sering digunakan untuk penyakit pernapasan demam dengan gejala-gejala
sistemik yang mungkin disebabkan menjadi segudang agen bakteri atau virus serta
virus influenza.
Komplikasi influenza dapat
mencakup pneumonia bakteri, infeksi telinga, infeksi sinus, dehidrasi, dan
memburuknya kondisi medis kronis, seperti gagal jantung kongestif, asma, atau
diabetes.
Penyebab flu
Flu
disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, dan C. Kedua tipe A dan tipe virus
flu B bertanggung jawab atas wabah musiman flu. Jenis A flu virus yang
ditemukan pada hewan yang berbeda, termasuk bebek, ayam, babi, dan kuda. Virus
influenza B beredar luas hanya di kalangan manusia.
Virus
flu menyebar terutama dari orang ke orang, melalui batuk atau bersin oleh orang
yang terinfeksi influenza. Kadang-kadang orang dapat terinfeksi dengan
menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mulut atau
hidung mereka. Orang dewasa yang sehat mungkin dapat menulari orang lain mulai
satu hari sebelum timbul gejala dan sampai tujuh hari setelah menjadi sakit.
Ini berarti seseorang mungkin dapat menularkan flu ke orang lain sebelum pernah
tahu mereka sakit.
Gejala flu
Gejala
flu termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, batuk, sakit tenggorokan, hidung
berair atau tersumbat, nyeri tubuh, diare dan muntah (lebih umum di antara
anak-anak daripada orang dewasa).
Jika
Anda mengalami gejala flu dan khawatir tentang penyakit Anda, terutama jika
Anda berada pada risiko tinggi untuk komplikasi dari flu, Anda harus
berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Mereka yang berisiko
tinggi untuk komplikasi termasuk orang 65 tahun atau lebih tua, orang dengan
kondisi medis yang kronis, wanita hamil, dan anak-anak.
Mencegah flu
Langkah
yang paling penting dalam pencegahan flu adalah mendapatkan vaksinasi setiap
tahun dengan suntikan flu. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit,
tinggal di rumah ketika Anda sakit, menutup mulut dan hidung ketika batuk
TUBERKULOSIS/TBC
Tuberkulosis (Tuberculosis,
disingkat Tbc), atau Tb (singkatan dari "Tubercle bacillus") merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak
kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium
tuberculosis
(disingkat "MTb" atau "MTbc").[1] Tuberkulosis biasanya
menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak
pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang
dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka
melalui udara.[2] Infeksi TB umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari
sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila
Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa
meninggal.
Gejala
klasik infeksi TB aktif yaitu batuk kronis dengan bercak
darah sputum atau dahak, demam,
berkeringat di malam hari, dan berat badan turun. (dahulu TB disebut penyakit
"konsumsi" karena orang-orang yang terinfeksi biasanya mengalami
kemerosotan berat badan.) Infeksi pada organ lain menimbulkan gejala yang
bermacam-macam. Diagnosis TB aktif bergantung pada hasil
radiologi
(biasanya melalui sinar-X
dada) serta
pemeriksaan mikroskopis dan pembuatan kultur mikrobiologis cairan tubuh. Sementara itu,
diagnosis TB laten bergantung pada tes tuberkulin kulit/tuberculin
skin test
(TST) dan tes darah. Pengobatan sulit dilakukan dan memerlukan
pemberian banyak macam antibiotik dalam jangka waktu lama. Orang-orang yang
melakukan kontak juga harus menjalani tes penapisan dan diobati bila perlu. Resistensi antibiotik merupakan masalah yang
bertambah besar pada infeksi tuberkulosis resisten
multi-obat (TB
MDR). Untuk mencegah TB, semua orang harus menjalani tes penapisan penyakit
tersebut dan mendapatkan vaksinasi basil
Calmette–Guérin.
Para
ahli percaya bahwa sepertiga populasi dunia telah terinfeksi oleh M.
tuberculosis,[3] dan infeksi baru terjadi
dengan kecepatan satu orang per satu detik.[3] Pada tahun 2007, diperkirakan
ada 13,7 juta kasus kronis yang aktif di tingkat global.[4] Pada tahun 2010, diperkirakan
terjadi pertambahan kasus baru sebanyak 8.8 juta kasus, dan 1,5 juta kematian
yang mayoritas terjadi di negara berkembang.[5] Angka mutlak kasus
Tuberkulosis mulai menurun semenjak tahun 2006, sementara kasus baru mulai
menurun sejak tahun 2002.[5] Tuberkulosis tidak tersebar
secara merata di seluruh dunia. Dari populasi di berbagai negara di Asia dan
Afrika yang melakukan tes tuberkulin, 80%-nya menunjukkan hasil positif,
sementara di Amerika Serikat, hanya 5–10% saja yang menunjukkan hasil positif.[1] Masyarakat di dunia berkembang semakin banyak yang menderita
Tuberkulosis karena kekebalan tubuh mereka yang lemah. Biasanya, mereka mengidap
Tuberkulosis akibat terinfeksi virus HIV
dan berkembang menjadi AIDS.[6] Pada tahun 1990-an Indonesia
berada pada peringkat-3 dunia penderita TB, tetapi keadaan telah membaik dan
pada tahun 2013 menjadi peringkat-5 dunia.
Tanda-tanda dan gejala
Gejala
utama jenis dan stadium TB ditunjukkan dalam gambar.[7]
Banyak gejala yang tumpang tindih dengan jenis lain, namun ada pula gejala yang
hanya spesifik (tapi tidak seluruhnya) pada jenis tertentu. Beragam jenis bisa
muncul secara bersamaan.
Dari
kelompok yang bukan pengidap HIV namun kemudian terinfeksi Tuberkulosis, 5-10%
di antaranya menunjukkan perkembangan penyakit aktif selama masa hidup mereka.[8] Sebaliknya, dari kelompok yang
terinfeksi HIV dan juga terinfeksi Tuberkulosis, ada 30% yang menunjukkan
perkembangan penyakit aktif.[8] Tuberkulosis dapat menginfeksi
bagian tubuh mana saja, tapi paling sering menginfeksi paru-paru (dikenal
sebagai Tuberkulosis paru).[9] Bila Tuberkulosis berkembang
di luar paru-paru, maka disebut TB ekstra paru. TB ekstra paru juga bisa timbul
bersamaan dengan TB paru.[9] Tanda dan gejala umumnya
antara lain demam, menggigil,
berkeringat di malam hari, hilangnya nafsu makan, berat badan turun, dan lesu.[9] Dapat pula terjadijari
tabuh yang
signifikan.[8]
TB paru
Bila
infeksi Tuberkulosis yang timbul menjadi aktif, sekitar 90%-nya selalu
melibatkan paru-paru.[6][10] Gejala-gejalanya antara lain
berupa nyeri
dada dan batuk
berdahak yang berkepanjangan. Sekitar 25% penderita tidak menunjukkan gejala apapun
(yang demikian disebut "asimptomatik").[6] Kadangkala, penderita
mengalami sedikit batuk
darah. Dalam
kasus-kasus tertentu yang jarang terjadi, infeksi bisa mengikis ke dalam arteri pulmonalis, dan menyebabkan pendarahan
parah yang disebut Aneurisma Rasmussen. Tuberkulosis juga bisa
berkembang menjadi penyakit kronis dan menyebabkan luka parut luas di bagian
lobus atas paru-paru. Paru-paru atas paling sering terinfeksi.[9] Alasannya belum begitu jelas.[1] Kemungkinan karena paru-paru
atas lebih banyak mendapatkan aliran udara[1] atau bisa juga karena drainase
limfa yang kurang baik pada paru
bagian atas.[9]
TB ekstra paru
Dalam
15–20% kasus aktif, terjadi penyebaran infeksi hingga ke luar organ pernapasan
dan menyebabkan TB jenis lainnya.[11] TB yang terjadi di luar organ
pernapasan disebut "tuberkulosis ekstra paru".[12] TB ekstra paru umumnya terjadi
pada orang dewasa dengan imunosupresi dan anak-anak. TB ekstra paru
muncul pada 50% lebih kelompok pengidap HIV.[12] Lokasi TB ekstra paru yang
bermakna termasuk: pleura (pada TB pleuritis), sistem
saraf pusat
(pada meningitisTB), dan sistem
kelenjar getah bening
(pada skrofuloderma leher). TB ekstra paru juga
dapat terjadi di sistem urogenital (yaitu pada Tuberkulosis urogenital) dan pada tulang dan
persendian (yaitu pada penyakit
Pott tulang
belakang). Bila TB menyebar ke tulang maka dapat disebut "TB tulang",[13] yang merupakan salah satu
bentuk osteomielitis.[1] Ada lagi TB yang lebih serius
yaitu TB yang menyebar luas dan disebut sebagai TB diseminata, atau biasanya
dikenal dengan nama Tuberkulosis Milier.[9] Di antara kasus TB ekstra
paru, 10%-nya biasanya merupakan TB Milier.[14]
Penyebab
Mikobakteria
Penyebab
utama penyakit TB adalah Mycobacterium
tuberculosis,
yaitu sejenis basil aerobik kecil yang non-motil.[9] Berbagai karakter klinis unik
patogen ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak/lipid yang dimilikinya.[15] Sel-selnya membelah setiap 16 –20 jam. Kecepatan
pembelahan ini termasuk lambat bila dibandingkan dengan jenis bakteri lain yang
umumnya membelah setiap kurang dari satu jam.[16] Mikobakteria memiliki lapisan
ganda membran
luar lipid.[17] Bila dilakukan uji pewarnaan Gram, maka MTB akan menunjukkan
pewarnaan "Gram-positif" yang lemah atau tidak menunjukkan warna sama
sekali karena kandungan lemak dan asam
mikolat yang
tinggi pada dinding selnya.[18] MTB bisa tahan terhadap
berbagai disinfektan lemah dan dapat bertahan hidup
dalam kondisi kering selama berminggu-minggu. Di
alam, bakteri hanya dapat berkembang dalam sel inang organisme tertentu, namun M.
tuberculosis bisa dikultur di laboratorium.
Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada pipa bronchial. Pipa
bronchial ini berfungsi menyalurkan udara dari dan menuju jantung. Ada dua tipe
penyakit bronkitis yaitu Bronchitis akut dan Bronchitis kronis.
Kondisi yang umum dari kondisi bronchitis akut sering
kali berkembang dari pilek maupun infeksi pernapasan lainnya. Bronchitis akut
biasanya membaik dalam beberapa hari tanpa menyisakan efek, meskipun anda dapat
terus batuk dalam beberapa minggu.
Pengertian
Penyakit Asma
Asma
merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran
bronkial yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan pernafasan. Penyempitan
saluran bronkial ini hanya bersifat sementara, namun dapat berulang-ulang
terjadi. Asma yang dapat menyerang siapa saja perlu perhatian yang khusus agar
tidak terjadi korban untuk selanjutnya. Mengatasi asma sejak dini dapat
membantu hadirnya serangan asma yang berkelanjutan
Faktor Penyebab Asma
- Alergi terhadap alergen tertentu.
- Faktor keturunan (genetika).
- Terlalu banyak melakukan aktivitas.
- Penggunaan obat-obatan tertentu.
- Infeksi virus.
- Polusi udara.
- Stres.
Gejala Asma
- Sering batuk terutama meningkat pada malam hari.
- Mengalami sesak nafas.
- Tubuh merasa lemah.
- Wajah dapat tampak kebiruan.
- Adanya perubahan fungsi paru-paru
Penyakit
Pneumonia
Gejala pneumonia harus dikenali agar setiap diri kita bisa langsung menanganinya sebelum
menjadi lebih kronis. Dengan mengetahui gejala pneumonia kita akan
lebih waspada dari penyakit ini. Karena penyakit pneumonia bisa menular
kepada siapa saja.
Pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya
disebabkan oleh infeksi. Tiga penyebab utama pneumonia adalah bakteri, virus
dan fungi. Yang berisiko tinggi menderita infeksi ini adalah anak-anak di bawah 2
tahun dan manula.
Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari pernapasan yang cepat sampai kegagalan pernapasan
dan tekanan darah yang sangat rendah atau dikenal dengan istilah syok septik.
Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, gejalanya akan timbul secara bertahap.
Terkadang bayi tiba-tiba menjadi sakit yang disertai dengan turun-naiknya suhu
tubuh.
Namun, umumnya gejala
pneumonia adalah demam,
batuk, sesak napas, serta napas dan nadi cepat. Seperti gejala penyakit standar,
bukan? Ya, itu sebabnya Anda harus memastikan dengan meminta diagnosa dari
dokter anak.
- Terdengar napas yang kasar, dan jika diperiksa dengan stetoskop akan terdengar suara yang lemah.
- Hasil Rontgen dada menunjukkan ada bagian yang berwarna putih-putih di bagian kiri atau kanan paru.
- Terdeteksi ada bakteri atau jamur pada pengujian sampel dahak (sputum). Sayangnya pengujian ini sulit sekali dilakukan pada anak.
- Hasil tes darah menunjukkan peningkatan sel darah putih dengan dominasi netrofil untuk pneumonia yang disebabkan infeksi bakteri. Bila peningkatan sel darah putih dengan dominasi limfosit, sangat mungkin pneumonia karena virus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar